Berbeda dengan buku teologi sistematis yang mengelompokkan ajaran berdasarkan topik (seperti doktrin Allah, dosa, atau keselamatan), Leon Morris menggunakan pendekatan teologi biblika. Ia menelusuri pesan teologis secara kronologis atau berdasarkan kelompok penulisan (seperti tulisan Paulus, tulisan Yohanes, dan sebagainya).
Morris memaparkan bahwa Perjanjian Baru bukanlah sekadar kumpulan sejarah atau surat-surat biasa, melainkan kesaksian yang koheren tentang karya Allah di dalam Yesus Kristus. Buku ini berupaya menjawab pertanyaan: "Apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh para penulis Perjanjian Baru mengenai Allah dan misi-Nya kepada pembaca mula-mula?"
Poin Utama Pembahasan