Mernissi membedah pandangan tradisional mengenai seksualitas perempuan dalam masyarakat Muslim. Jika dalam budaya Barat perempuan sering dianggap pasif secara seksual, pandangan tradisional Muslim justru melihat seksualitas perempuan sebagai kekuatan yang aktif dan destruktif (dangerous power) yang dapat mengancam keteriban sosial jika tidak dikendalikan. Buku ini mengkaji bagaimana pembatasan fisik—seperti penggunaan cadar, tirai (veil), dan pemisahan ruang privat (domestik) serta publik—berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial. Ruang diatur sedemikian rupa untuk melindungi tatanan sosial yang didominasi oleh laki-laki.