Buku ini berangkat dari realitas bahwa meskipun keselamatan telah dianugerahkan secara cuma-cuma melalui pengorbanan Yesus Kristus, banyak orang percaya justru menjalani hari-hari mereka seperti "orang kalah"—sering diliputi rasa cemas, jatuh bangun dalam dosa yang sama, menyerah pada tekanan hidup, atau terbelenggu oleh rasa bersalah di masa lalu.