Buku ini berangkat dari realitas bahwa meskipun sudah ada banyak seminar, teori, dan kiat sukses tentang pertumbuhan gereja yang dibagikan, pada kenyataannya memimpin dan menumbuhkan jemaat bukanlah hal yang mudah. Banyak pemimpin gereja dan pendeta yang justru merasa frustrasi, tertekan, atau stres ketika menghadapi kenyataan bahwa jemaat mereka mengalami penurunan—baik secara kualitas maupun kuantitas.