Kebahagiaan dan keberhasilan rohani bukan milik mereka yang kuat atau kaya secara materi, melainkan mereka yang miskin di hadapan Allah, berdukacita atas dosa, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, serta pembawa damai.Mengkritik kemunafikan dalam beribadah. Yesus mengingatkan agar tindakan keagamaan seperti memberi sedekah, berdoa, dan berpuasa dilakukan secara tulus di hadapan Allah yang melihat yang tersembunyi, bukan demi mencari pujian manusia.