Penulis memaparkan bagaimana para penguasa, rezim penindas, dan otoritas keagamaan pada masa lalu berulang kali mencoba untuk melarang, membakar, merobek, dan memusnahkan naskah serta terjemahan Alkitab agar tidak bisa dibaca oleh masyarakat umum. Namun, di tengah ancaman penyiksaan hingga hukuman mati bagi siapa saja yang kedapatan menyimpannya, buku ini menunjukkan bagaimana Firman tersebut tetap terpelihara, diselundupkan, diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, dan terus hidup dari generasi ke generasi.