Bagi Gio: Kota Surabaya menyimpan memori kelam yang menyakitkan. Di kota itulah ia kehilangan ibunya, sekaligus menjadi saksi mata peristiwa traumatis di mana seseorang kehilangan nyawa tepat di hadapannya. Pengalaman hampir mati dan melihat kematian tersebut mengubah sikap serta cara pandangnya terhadap hidup. Namun, tuntutan pekerjaan memaksanya harus kembali ke kota kelahirannya tersebut.