Kitab Wahyu tidak ditulis untuk menimbulkan ketakutan, melainkan untuk memberikan penghiburan dan kepastian kepada umat beriman bahwa di tengah puncak kekuasaan kejahatan dan penganiayaan duniawi, Allah tetap memegang kendali penuh atas sejarah. Masa-masa penganiayaan akhir zaman digambarkan sebagai ujian pemurnian karakter iman, di mana umat sisa Allah dipanggil untuk berdiri teguh dalam kesetiaan kepada hukum Allah dan kesaksian Yesus (Revelation of Jesus Christ), meskipun harus menghadapi tekanan ekonomi, sosial, hingga ancaman fisik.