Penulis menguraikan bahwa manusia tidak dirancang untuk menjalani labirin kehidupan dunia yang penuh ketidakpastian dengan mengandalkan kekuatan atau kecerdasan akal budinya sendiri. Oleh karena itu, Allah menyediakan petunjuk yang jelas melalui firman-Nya serta memberikan "makanan rohani" yang cukup setiap hari untuk menguatkan langkah umat-Nya di sepanjang peziarahan di bumi.