David Peterson menantang pemahaman umum yang sering kali menyempitkan arti "pelayanan" atau "ibadah" hanya pada kegiatan ritual di gereja. Ia mengajarkan bahwa pelayanan dalam Perjanjian Baru adalah seluruh kehidupan orang percaya yang merespons kasih Allah. Peterson menggunakan pendekatan teologi biblika untuk menunjukkan bahwa di dalam Kristus, setiap aspek kehidupan orang percaya—termasuk pekerjaan, hubungan, dan tindakan sosial—telah menjadi bentuk pelayanan yang sejati bagi Tuhan.