Buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa hidup ini pada dasarnya adalah tentang "menabur". Andar Ismail menggunakan metafora pertanian untuk menjelaskan hukum kehidupan: apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Buku ini tidak hanya berbicara tentang materi (memberi/beramal), tetapi lebih luas lagi mencakup menabur kebaikan, kasih, perhatian, waktu, dan doa dalam hubungan antarmanusia.