Buku ini menempatkan Amanat Agung (Matius 28:18-20) bukan sebagai sebuah opsi atau program tambahan di gereja, melainkan sebagai detak jantung dari setiap aktivitas pelayanan. Crawford mengajak pembaca untuk melihat hambatan-hambatan dalam penginjilan (baik internal maupun eksternal) dan memberikan kerangka kerja untuk mengatasinya.