Yahudi: Penulis menafsirkan teks-teks Perjanjian Baru dengan menempatkannya kembali ke dalam konteks budaya, sejarah, bahasa, dan latar belakang keagamaan Yahudi pada abad pertama. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa Perjanjian Baru tidak terpisahkan dari akar imannya yang bersifat Yahudi.