Buku ini ditulis dengan asumsi bahwa keuangan gereja sering kali menjadi titik sensitif karena melibatkan aspek kepercayaan (trust) dan tanggung jawab (stewardship). Penulis menekankan bahwa mengelola keuangan gereja bukan hanya soal akuntansi, melainkan soal integritas dalam mengelola sumber daya milik Tuhan.