Buku ini berfokus pada studi mendalam mengenai Kitab Mazmur sebagai "nyanyian bagi tempat kudus" (songs for the sanctuary). Penulis mencoba menjembatani konsep "bayangan" (shadow)—yang merujuk pada praktik ibadah dan nubuat di Perjanjian Lama—dengan "realitas" (reality)—yang digenapi dalam pribadi dan karya Yesus Kristus di Perjanjian Baru.