Secara garis besar, buku ini ditulis sebagai panduan praktis sekaligus sumber kekuatan rohani bagi jemaat dan pelayan gereja dalam menghadapi peristiwa kedukaan (kematian). Penulis menekankan bahwa bagi umat beriman, duka atas kehilangan orang terkasih tidak boleh merenggut pengharapan di dalam Kristus, dan salah satu cara terbaik untuk memulihkan jiwa yang hancur adalah melalui madah pujian atau nyanyian rohani.