Buku ini berfokus pada rahasia sukses, filosofi hidup, dan etos kerja keras etnis Tionghoa yang membuat mereka mampu menguasai urat nadi bisnis dunia. Pemilihan frasa "Hingga ke Palestina" dalam judulnya berfungsi sebagai metafora kekuatan ekspansi dagang mereka: jika di wilayah yang dikepung konflik bersenjata dan krisis ekonomi seperti Palestina saja produk dan jaringan bisnis Tionghoa bisa masuk bertahan, maka tidak ada tempat lain di bumi yang tidak bisa mereka taklukkan secara ekonomi.