Ray C. Stedman membawa pembaca dalam sebuah "perjalanan" menyusuri lembaran-lembaran Perjanjian Baru. Ia memandang sejarah gereja mula-mula bukan sebagai kumpulan catatan sejarah yang kering, melainkan sebagai sebuah petualangan hidup yang dinamis, penuh tantangan, dan kuasa Allah yang bekerja melalui manusia-manusia biasa.